Stok Beras di Tiga Pasar Jatim Aman, Polda Temukan Harga Premium Tembus di Atas HET

Berita Terbaru

Stok Beras di Tiga Pasar Jatim Aman, Polda Temukan Harga Premium Tembus di Atas HET

Jumat, 09 Oktober 2026, Oktober 09, 2026


SURABAYA,SN
– Beras masih tersedia di pasar, tetapi harga di tingkat pedagang belum semuanya sesuai ketentuan. Itulah gambaran hasil pemantauan Polda Jawa Timur di tiga pasar tradisional di Surabaya dan Sidoarjo.

Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jatim bersama instansi terkait turun langsung ke Pasar Pucang Anom dan Pasar Genteng, Surabaya, serta Pasar Larangan, Sidoarjo, Senin (5/10/2026).


Petugas mengecek stok, distribusi, hingga harga beras yang dijual pedagang. Dari hasil pengecekan tersebut, pasokan dinilai masih mencukupi. Belum ditemukan tanda-tanda kelangkaan beras di tiga pasar itu.


Namun, persoalan harga masih perlu mendapat perhatian. Sejumlah beras premium terpantau dijual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).


Dirreskrimsus Polda Jatim, Kombes Pol. Dodi Ruyatman, S.I.K., S.H., M.M., M.H., menyampaikan bahwa kondisi pasokan relatif aman, meski masih ada harga yang melampaui batas ketentuan.


“Dari hasil pemantauan di lapangan, pasokan beras masih mencukupi dan tidak ditemukan kelangkaan. Namun, terdapat beberapa jenis beras premium yang harganya terpantau berada di atas HET yang berlaku,” ujar Kombes Pol. Dodi.


Menurut Kombes Pol Dodi, Harga Eceran Tertinggi (HET) yang berlaku adalah Rp.14.900 /kg.


Harga beras berbeda di tiap pasar


Di Pasar Pucang Anom, beras premium kemasan lima kilogram dijual dengan harga Rp74.500 hingga Rp84.000. Sementara beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) berada di kisaran Rp58.000 sampai Rp60.000 per lima kilogram.


Di Pasar Genteng, harga beras premium kemasan lima kilogram sedikit lebih tinggi pada batas atasnya, yakni Rp74.500 hingga Rp85.000. Beras medium eceran dijual Rp14.500 sampai Rp15.000 per kilogram. Adapun beras SPHP dibanderol sekitar Rp60.000 per lima kilogram.


Sementara itu, di Pasar Larangan, Sidoarjo, beras medium terpantau dijual Rp13.500 per kilogram. Untuk beras premium, harganya berada di kisaran Rp14.500 hingga Rp15.500 per kilogram.


Perbedaan harga tersebut menjadi bagian dari perhatian petugas dalam mengawasi kondisi perdagangan beras. Terlebih, stabilitas harga menjadi salah satu faktor penting agar kebutuhan pokok masyarakat tetap terjangkau.


Pengawasan tidak berhenti di pasar


Polda Jatim memastikan pemantauan tidak hanya dilakukan untuk melihat ketersediaan beras, tetapi juga mengawasi kelancaran distribusi dan perkembangan harga di pasaran.


Hasil pengecekan di tiga pasar tersebut selanjutnya dikoordinasikan dengan instansi terkait. Pemantauan berkala juga akan dilakukan untuk memastikan pasokan tetap tersedia dan distribusi berjalan sebagaimana mestinya.


“Kami bersama instansi terkait akan terus melakukan pemantauan secara berkala terhadap pasokan, distribusi, dan perkembangan harga beras. Tujuannya agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi dan distribusi berjalan dengan baik,” tegasnya.


Polda Jawa Timur turut mengimbau seluruh pihak yang terlibat dalam rantai distribusi beras agar menjaga kelancaran pasokan dan mematuhi ketentuan yang berlaku.


Dengan stok yang masih mencukupi, pengawasan berikutnya menjadi penting untuk memastikan harga beras di pasaran tetap terkendali. Sebab, bagi masyarakat, ketersediaan barang saja belum cukup jika harga yang harus dibayar masih menjadi persoalan.

TerPopuler